Posted by: Nurhayati Maharani | December 2, 2009

ILMU SOSIAL DASAR

ILMU SOSIAL DASAR

Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan mata kuliah analisis atas aneka fenomena sosial masyarakat dengan segala dinamika dan implikasinya dari sudut pandang kajian dasar falsafah keilmuan. Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk kebudayaan, tatanan hidup, dan sistem kemasyarakatan terbentuk karena interaksi dan benturan kepentingan antara satu manusia dengan manusia lainnya. Sejak zaman prasejarah hingga sejarah, manusia telah disibukkan dengan keterciptaan berbagai aturan dan norma dalam kehidupan berkelompok mereka. Dalam kelindan berbagai keterciptaan itulah ilmu pengetahuan terbukti memainkan peranan signifikan.
Ilmu pengetahuan tidak hanya dapat dipahami dalam arti sebuah hukum atau teori ilmiah sebagai hasil statis kegiatan utamanya. Ilmu pengetahuan harus dipandang juga sebagai sebuah proses, sebuah kegiatan, dan tentu saja sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh para ilmuwan.

A. Pengetahuan dan Ilmu

Apa perbedaan antara pengetahuan dan ilmu? Apa hubungan antara pengetahuan dan ilmu? Inilah pertanyaan pertama ketika kita mencoba memahami apa itu ilmu pengetahuan. Jawaban yang paling umum yang kita dapatkan adalah, ilmu terbedakan dari pengetahuan karena dalam mencari kebenaran ilmu menggunakan langkah-langkah yang sistematik, yang memungkinkan tercapainya hasil yang obyektif, yang mana langkah-langkah tersebut bisa diulang kembali demi membuktikan kebenaran dari hasil pencarian tersebut. Sementara, di sisi yang lain, pengetahuan dianggap hanya menghasilkan kebenaran yang sifatnya subyektif, hipotetikal, dan masih diperlu keobyektifannya melalui serangkain verifikasi yang sesuai dengan standar ilmiah.

Dus, dari common-sense di atas, obyektifitas; metode yang sistematik; dan kualitas yang memungkinkan suatu pengetahuan untuk diverifikasi ulang adalah syarat-syarat utama yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan bisa dikatakan sebagai ilmiah. Tetapi, ada perbedaan pendapat yang cukup tajam tentang ‘obyektifitas’ tersebut. Di satu sisi ada sekelompok pemikiran yang menyatakan bahwa realitas obyektif itu ‘ada di luar sana’ dan untuk mendekatinya harus melalui serangkaian ‘ritual’ yang disebut metode ilmiah. Sementara di sisi yang lain ada sekelompok pemikiran yang menyatakan bahwa realitas obyektif itu sebenarnya adalah suatu intersubyektifitas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: